Silakan Copy dan sebarkan Content blog ini dengan syarat cantumkan sumber atau URL blog...thanx
Untuk masuk ke Blog, "KLIK" Salah Satu iklan di bawah ini 1X, lalu klik close 2X
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2008

4 Teori Pers


Dalam buku "Four Theories of the Press" dengan penulis; Fres S. Siebert, Theodore Peterson dan Wilbur Schramm bahwa Pers dapat dikategorikan menjadi:
1. Authoritarian press (pers otoritarian)
Perkembangannya pada abad ke-16 dan 17.Kebijaksanaan pemerintah pada penguasaan hak milik dan juga bisa pada penguasaan perorangan.
2. Libertarian press (pers libertarian)
Dianut di Inggris sesudah tahun 1688 dan Amerika Serikat, akhirnya meluas hingga ke negara lain.Bertujuan untuk memberikan informasi, menghibur dan komersil.Hak milik lebih dititikberatkan pada perorangan.
Teori ini berfilsafatkan pada pandangan seseorang yang rasional dan dapat melihat kejujuran dan kebohongan.Oleh karena itu, dapat memilih alternatif yang lebih baik dan yang lebih buruk serta memberikan berbagai fakta untuk pilihan yang baik.Teori ini berasal dari Thomas Jafferson(presiden Amerika yang ketiga).

3. Soviet communist press atau pers komunis soviet
Dikembangkan di Unisoviet namun beberapa hal juga dikembangkan oleh nazi.Dimaksudkan untuk menyukseskan dan melanjutkan sistem komunis serta terutama untuk kediktatoran pada masyarakat.Hak milik pada pemerintah atau publik dan bukan perorangan.


4. Social responsibility press atau pers tanggung jawab sosial
Dipraktikkan di Amerika Serikat pada abad ke-20.Dimaksudkan untuk memberikan informasi, menghibur, komersil.pemilik adalah perorangan.Teori ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori libertarian.

Baca selengkapnya......

Minggu, 01 Juni 2008

5 Unsur Komunikasi yang Efektif


1. Pengertian
Pengertian artinya penerimaan yang cermat dari isi pesan seperti yang dimaksud oleh pemberi/ sumber pesan. Jika tidak adanya saling pengertian maka akan menimbulkan kesalah pahaman atau bahkan akan menimbulkan konflik, perkelahian dan lain sebagainya.

2. Kesenangan
Tidak semua komunikasi ditujukan untuk menyampaikan informasi dan membentuk pengertian. Ketika mengucapkan “Selamat pagi, apa kabar?, kita tidak bermaksud mencari keterangan atau informasi. Komunikasi ini dimaksud untuk menimbulkan kesenangan. Komunikasi seperti inilah yang membuat hubungan kita hangat, akrab dan menyenangkan sehingga komunikasi antar sesama menjadi lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

3. Pengaruh Pada Sikap
Komunikasi ini yang sering dilakukan. Hal ini disebut juga dengan komunikasi persuasif. Dengan komunikasi ini, apa yang kita harapkan dapat terwujud karena orang atau receiver telah terpengaruh dengan apa yang kita ungkapkan sehingga komunikasi kemungkinan besar akan menjadi lebih efektif dengan adanya tindakan persuasif.

4. Hubungan yang Makin Baik
Sebuah penelitian yang pernah dilakukan (Philip G Zimbardo) membuktikan kurangnya komunikasi (tingginya anomitas atau tidak saling mengenal), menjadikan orang agresif, senang mencuri, merusak dan kurang memiliki tanggung jawab sosial. Jadi dengan komunikasi yang baik, kita akan dapat saling mengenal, memahami, menumbuhkan ikatan persaudaraan dan mengerti bagaimana orang atau masyarakat di sekitar kita sehingga komunikasi disekitar kita dapat menjadi lebih lancar.

5. Tindakan
Keberhasilan suatu komunikasi biasanya diukur dari tindakan nyata yang dihasilkan. Untuk menimbulkan tindakan, kita harus berhasil lebih dahulu menanamkan pengertian, membentuk dan mengubah sikap, atau menumbuhkan hubungan yang baik. Tindakan adalah hasil komulatif seluruh proses komunikasi.

Literatur
http://www.coremap.or.id/downloads/Mengapa_Kita_Berkomunikasi.pdf
http://www.coremap.or.id/i/Komunikasi_Efektif_1.pdf

Baca selengkapnya......

1001 Pesan Pada Wajah



1. Pengertian Wajah
Wajah atau muka adalah bagian depan dari kepala, pada manusia meliputi wilayah dari dahi hingga dagu, termasuk rambut, dahi, alis, mata, hidung, pipi, mulut, bibir, gigi, kulit, dan dagu. Wajah terutama digunakan untuk ekspresi wajah, penampilan, serta identitas.

2. Wajah Sebagai Tempat untuk Mengekspresikan Emosi
Dalam kehidupan sehari hari, khususnya dalam komunikasi interpersonal wajah sering digunakan untuk berekspresi. Cicero, tokoh retorika Romawi berkata “Wajah adalah cerminan jiwa”. Jadi dari ekspresi wajah maka dapat dipahami emosi yang sedang bergejolak pada diri individu. Tanpa ekspresi, emosi yang terpendam dapat menjadi ledakan kecil (memaki-maki) atau letusan besar (mengamuk atau membunuh). Ekspresi atau mimik sendiri sebenarnya adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang merupakan hasil dari satu atau lebih gerakan atau posisi otot pada wajah serta dapat menyampaikan keadaan emosi dari seseorang kepada orang yang mengamatinya. Ekspresi wajah mengungkapkan pikiran yang sedang melintas pada diri seseorang. Sebagi contoh, sebuah senyum mengungkap keramah-tamahan dan kasih-sayang; mengangkat alis mata menunjukan ekpresi heran; mengernyitkan dahi menunjukkan ketakutan dan kegelisahan. Semua emosi dan berbagai macam tingkah manusia diekspresikan dalam emosi yang berbeda yang tergambar di wajah. Berikut beberapa sketsa dari beberapa ekspresi wajah:
a. Ekspresi sedih, ditunjukan dengan pandangan mata yang kosong dan lemah Ditambah dengan mata berkaca-kaca seperti mau menangis dan mulut melengkung ke bawah.
b. Ekspresi marah, ditunjukkan dengan mendekatkan kedua alis .Sorotan pandangan yang tajam dan dingin pada lawan bicaranya, ditambah dengan kerutan di dahi yang menampakkan kemarahannya. Bertriak merupakan salah satu bentuk marah yang paling gampang dipahami oleh orang.
c. Ekspresi gembira, ditunjukkan dengan menaikkan kedua alis, mata yang besar dan berbinar-binar dan mulut seperti segitiga terbalik atau melengkung ke atas.
d. Ekspresi terkejut , bentuk bulatan mata yang mengecil dan digambarkan tidak ada efek cahaya dari bulatan mata.
e. Ekspresi wajah yang tenang, ramah atau bahagia, hal ini dapat diketahui dari bentuk mulut yang digambarkan melengkung ke bawah dan pandangan mata yang digambarkan normal.

3. Pengaruh Budaya atas Ekspresi Wajah
Manusia pada saat baru dilahirkan ke dunia, pada kondisi normal memiliki ekspresi emosi yang sama antara satu dengan yang lainnya, yaitu menangis dengan mengeluarkan air mata, namun lambat laun, karena adanya belajar secara sosial dan pengaruh budaya setempat pada diri individu, menyebabkan ekspresi yang dimiliki oleh seseorang terus bertambah dan berkembang dan kadang penerapan dan penilaian ekspresi tersebut menjadi bervariasi antara orang yang satu dengan orang yang lainnya, baik yang tinggal dalam satu wilayah, pulau, negara atau pun yang sudah berlainan wilayah, pulau atau negara atau dengan kata lain ekspresi emosi adalah bawaan dan universal namun dalam perkembangannya dipengaruhi, diatur dan dikendalikan oleh budaya atau aturan budaya. Sebagai contoh, senyuman seorang pria lajang terhadap seorang wanita di Amerika atau di Indonesia dapat dianggap sebagai keramahan, atau paling tidak, dianggap sebagai suatu godaan, tetapi di Arab Saudi, hal itu bukan saja dianggap godaan, malah kekurang ajaran, apa lagi jika dilakukan terhadap seorang wanita bersuami.

4. Mata Sebagai Bagian yang Paling Ekspresif dan Kaitannya dengan Budaya.
Mata manusia secara keseluruhan terdiri atas alis, kelopak mata, dan bola mata yang memiliki berbagai makna dalam berbagai situasi. Terdapat begitu banyak kata sifat yang dapat digunakan untuk mengkualifikasikan pandangan mata, seperti bahagia, dendam, kejam, licik, nakal, polos, ramah, redup, sendu, dan lain sebagainya.
Muncul pula ungkapan ungkapan seperti, mata yang penuh cinta, pandangan yang menusuk ulu hati, sinar mata yang polos, dan lain-lain. Bagian dari mata yang paling ekspresif adalah manik mata dimana manik mata seseorang akan membesar ketika ia menghadapi situasi yang positif, terutama sesuatu yang menggairahkan atau membahagiakan, sebaliknya manik mata akan mengecil ketika menghadapi sesuatu yang negatif, yang membuatnya merasa kesal, sebal, atau marah.
Dalam kesehariannya, mata tidak bisa dilepaskan dari kegiatan memandang atau menatap. Menatap itu bermakna kesediaan untuk berkomunikasi, dan sebaliknya memalingkan wajah berarti keengganan untuk berkomunikasi. Dalam tatap-menatap, mata mata bukan hanya penerima rangsangan, tetapi juga untuk pembawa pesan dan merupakan pembawa pesan yang paling ekspresif diantara sekian banyak pesan yang terdapat pada wajah
Dengan budaya, mata juga dipengaruhi dan diatur seperti yang dialami oleh ekspresi wajah. Mata di sini lebih dititikberatkan pada tatapan mata atau pandang memandang. Sebagai contoh, Di laos, pada saat berbicara, mata menatap kebawahlah yang menunjukkan hormat dan perhatian ,apalagi pada saat berbicara dengan atasan, namun di Indonesia, tatapan ke bawah yang terlalu lama dianggap sesuatu yang tidak sopan.

5. Solusi Penempatan Ekspresi dan Pandangan
Berpandai-pandailah dalam menggunakan dan menempatkan ekspresi wajah serta cara memandang atau menatap, karena persepsi setiap orang yang mendapatkan rangsangan atau pun pesan dari ekspresi wajah dan tatapan mata, sangat sensitif dan berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya yang disebabkan oleh faktor kejiwaan dari orang tersebut serta faktor sosial dan kebudayaan tempat ia tumbuh dan berkembang.
Gunakanlah pertimbangan rasional dengan memperhatikan faktor kebudayaan masyarakat setempat dalam menilai ekpresi atau tatapan seseorang karena belum pasti apa yang kita persepsi sama dengan masksud dan tujuan dari orang yang memberikan persepsi.

Literatur:
Mulyana, Deddy. 2005. Komunikasi Efektif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rakhmat, Jalaluddin. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
http://medicalimages.allrefer.com/large/facial-drooping.jpg
//sekolahkehidupan.com/index.php?option=com_content&task=view&id=552&Itemid=67
http://na-sya84.blogspot.com/2007/06/emosi.html
http://www.kapanlagi.com/a/0000002334.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspresi_wajah
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_nonverbal
http://id.wikipedia.org/wiki/Wajah
http://library.usu.ac.id/download/fk/keperawatan-jenny.pdf

Baca selengkapnya......

Konsep Komunikasi Visual


Komunikasi Visual, secara harfiah berarti proses transformasi ide dan informasi dalam bentuk yang dapat dibaca dan ditanggapi (berupa bentuk visual). Komunikasi visual, biasanya diasosiasikan dengan seni rupa, simbol-simbol, fotografi, tipografi, lukisan, desain grafis, ilustrasi dan lain-lain. Konsep komunikasi visual adalah memadukan unsur-unsur desain grafis, seperti kreativitas, estetika, efisiensi, komunikatif dan lain-lain, untuk menciptakan suatu media yang dapat menarik perhatian, juga menciptakan media komunikasi yang efektif agar diapresiasi oleh komunikan / audiens. Perancangan komunikasi visual ini dapat dipadukan dengan strategi komunikasi, psikologi dan sosial / antropologi budaya.
Komunikasi visual merupakan payung dari berbagai kegiatan komunikasi yang menggunakan unsur rupa (visual) pada berbagai media: percetakan / grafika, luar ruang (marka grafis, papan reklame), televisi, film /video, internet dan lain-lain, dua dimensi maupun tiga dimensi, baik yang statis maupun bergerak (time based).
Dalam tulisannya yang berjudul” Proses Penyampaian Pesan Secara Visual”, Wina Puspita Sari, S.Sos, mengambil pernyataan di bawah ini sebagai landasan penulisannya, ada pun yang menjadi dasar penulisannya tersebut berbunyi:
“visual communication is one form of non-verbal communication. The element of are communicator, message, and comunicant. In this case, the communicator is producer while the communicant is the consumer. The activities of visual communication can be in the forms of explanation, statement, news, agitation, posters, songs, displays, banners, brochures, etc. the point is in the visual communications, communicators use visualization to” . Komunikasi visual juga merupakan salah satu cara penyampaian pesan secara visual, maksudnya, melalui sesuatu yang dapat dilihat, dapat berupa gambar, ilustrasi, tulisan maupun bentuk-bentuk lainnya, serta pada prinsipnya selama pesan tersebut dapat dilihat. Komunikasi visual itu sendiri, sebenarnya, merupmerupakan proses penyampaian pesan, yang menggunakan daya tarik bentuk, komposisi, baik komposisi dalam hal penggunaan warna, atau pun pemilihan tipe huruf, yang biasanya disesuaikan dengan momen, atau situasi, atau pun konteks untuk siapa pesan tersebut ditujukan.
Jadi, Komunikasai visual adalah komunikasi yang menggunakan lambang-lambang visual, dan ia merupakan bagian dari komunikasi secara keseluruhan.

Baca selengkapnya......

Kamis, 29 Mei 2008

Definisi, Komponen, dan Beberapa Teori Tentang Komunikasi


Definisi komunikasi dari beberapa ahli
1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi.(Astrid).
2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan.(Roben.J.G).
3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain.(Davis, 1981).
4. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain.(Schram,W)
5. Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial.(Modul PRT, Lembaga Administrasi).
6. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).(Hovland, Janis& Kelley:1953)
7. .Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.(Berelson dan Stainer,1964)
8. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?).(Lasswell,1960)
9. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.(Gode,1959)
10. Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidak pastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego. (Barnlund,1964)
11. Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.(Ruesch,1957)
12. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.(Weaver, 1949)

Komponen yang menjadi bagian penting dalam komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik.Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
1.Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
2.Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
3.Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
4.Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain.
5.Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan.
2.Fungsi komunikasi
a. Menginformasikan(to inform),komunikasi dapat memberitahukan mengenai sesuatu dari seseorang kepada orang lain.Fungsi informasi yaitu:
ü Menyampaikan berita mengenai peristiwa dan kondisi seseorang,lingkungan,masyarakat dan sebagainya;
ü Menunjukkan hubungan kekuasaan;
ü Memudahkan inovasi,adaptasi,dan kemajuan.
b. Mendidik(to educate),dengan berkomunikasi antar sesama maka akan menimbulkan aksi, reaksi, dan pemahaman terhadap sesuatu begitu juga dalam dunia pendidikan.Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara pengajar dengan yang diajar maka akan memudahkan yang diajar untuk menerima kebenaran dari apa yang diajarkan dan mendorong ke arah yang lebih dewasa.
c. Menghibur(to entertain), komunikasi dapat dipakai sebagai sarana hiburan,rekreasi bahkan dapat meredakan ketegangan sosial.Dengan memadukan pemikiran, gerakan dan gaya bicara yang unik serta ditambah dengan kemampuan berimajinasi maka sesuatu yang disampaikan dan berkomunikasi akan menjadi menarik.
d. Mempengaruhi(to influence), fungsi ini tidak asing lagi dikalangan masyarakat.Tiap detik dapat dilihat komunikasi yang mempengaruhi seperti mengajak pada sesuatu disertai iming-iming yang menjanjikan.

Beberapa Teori Tentang Komunikasi
1.Teori Informasi atau Matematis
Teori ini merupakan bentuk penjabaran dari karya Claude Shannon dan Warren Weaver (1949, Weaver. 1949 b), Mathematical Theory of Communication.Teori ini melihat komunikasi sebagai fenomena mekanistis, matematis, dan informatif: komunikasi sebagai transmisi pesan dan bagaimana transmitter menggunakan saluran dan media komunikasi.

2. Spiral of silence theory
Dikemukakan oleh Elizabeth Noelle-Neumann tahun 1984. Teori ini menjelaskan mengapa dan bagaimana orang sering merasa perlu untuk menyembunyikan (to conceal) pendapat-pendapatnya, preferensinya (pilihannya), pandangan-pandangannya, dsb.,manakala mereka berada pada kelompok minoritas.

3.Media equation (penyamaan media) theory
Teori ini dikemukakan oleh Byron Reeves dan Clifford Nass, tahun 1996. Teori ini menjelaskan dan meramalkan mengapa orang secara tidak sadar dan secara otomatis merespons terhadap media komunikasi seperti halnya kepada manusia.

4.McLuhan and Innis theory
Innis dan McLuhan menyatakan bahwa media komunikasi sebagai inti dari peradaban manusia.

5.Teori Lasswel
Secara sederhana who says what in which channel to whom with what effect, dapat diterjemahkan;siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa, dengan akibat apa atau hasil apa.untuk lebih jelasya dapat dilihat pada penjabaran di bawah ini, Who (Siapa)Says what (Mengatakan apa)In which channel (Dengan menggunakan saluran/media mana)To whom (Kepada siapa)With what effect, (Dengan effek apa)Who/siapa dapat diartikan sebagai sumber pesan atau bisa juga diartikan sebagai pengirim pesan(sender). Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Says what/mengatakan apa,dapat diartikan dengan isi pesan yang disampaikan. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas. Materi pesan dapat berupa :a. Informasi;b. Ajakan;c. Rencana kerja;d. Pertanyaan dan sebagainya.In which channel/dengan menggunakan saluran atau media merupakan alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.To whom/Kepada siapa,dapat diartikan sebagai penerima pesan atau receiver. Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam bentuk kode/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim.With what effect/Dengan effek apa,ini dapat diartikan dengan balikan(feedback). Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak.Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi. jadi,makna teori komunikasi berdasarkan penjelasan di atas adalah seseorang yang memiliki ide berupa pesan yang disampaikan baik secara verbal maupun non verbal melalui saluran atau media kepada penerima atau objek yang dituju sehingga sipenerima nantinya memberikan balikan (feedback) dari pesan yang ia terima sebagai dampak dari pengiriman pesan.

Literatur:
1.http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi/://
2.masriadi.multiply.com/journal/item/13/Peran_Komunikasi_Massa_Terhadap_Perubahan_Pola_Perilaku_Masyarakat
3. http://kmpk.ugm.ac.id/data/SPMKK/3d-KOMUNIKASI(revJan'03).doc
4.http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
5. http://defickry.wordpress.com/2007/08/09/teori-komunikasi-klasik-teori-informasi/
6.http://bdg.centrin.net.id/~pawitmy/Modul%20kuliah%20teori%20IIP/Modul%206,%20teori%20komunikasi%20massa%20kontekstual.pdf

Baca selengkapnya......

Spiral Of Silence Theory


Dikemukakan Oleh Elizabeth Noelle pada tahun 1984.Teori ini menjelaskan mengapa orang sering merasa perlu menyembunyikan (to conceal) pendapat,pilihan dan pandangan mereka pada saat mereka berada pada kelompok minoritas.
Secara ontologis, bisa dilihat bahwa teori ini termasuk kategori ilmiah.Teori ini menyatakan bahwa sudah menjadi nasib atau takdir (fate ) kalau pendapat atau pandangan (yang dominan) bergantung pada suara mayoritas dari suatu kelompok.
Seperti kebanyakan teori-teori yang lain, teori ini bukan tanpa kritik.Berlakunya teori ini hanya situasional dan kontekstual,yakni hanya sekitar permasalahan pendapat dan pandangan pada kelompok.Sedangkan untuk ketentuan lain,seperti pendapat tentang suatu keahlian,misalnya untuk suatu penemuan ilmiah dan keahlian lainnya,tidak didasarkan pada pendapat kelompok.
Diam (silence) memiliki maksud yang berbeda-beda.Ada yang beranggapan bahwa”diam berarti setuju”,” diam bukan berarti setuju”, bahkan ada yang beranggapan bahwa”diam adalah emas”.Diam adalah emas biasanya berlaku pada konteks teori spiral of silence.Daripada ngomong yang belum tentu didengar pendapatnya, maka lebih baik diam.Makna diam yang kedua,yakni diam bukan berarti setuju, juga masih dalam kerangka teori ini.Orang sering merasa lebih aman jika tidak mengeluarkan pendapatnya di forum-forum tertentu karena berbagai alasan. Misalnya karena tidak ada yang bakalan mendukung pendapatnya atau ia dalam posisi minoritas,atau mungkin malahan ia merasa inferior.Sedangkan diam berarti setuju biasa terjadi pada peminangan dimasa dulu ketika seorang gadis dilamar atau dipinang oleh seorang pemuda. Degan tanda diam berarti ia setuju untuk dijodohkan dengan pemuda tersebut.

Baca selengkapnya......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...