Silakan Copy dan sebarkan Content blog ini dengan syarat cantumkan sumber atau URL blog...thanx
Untuk masuk ke Blog, "KLIK" Salah Satu iklan di bawah ini 1X, lalu klik close 2X

Selasa, 08 Februari 2011

Konsep Perilaku Berorganisasi


  1. Perilaku Organisasi adalah Bidang studi yang mempelajari dampak perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi, dengan tujuan mengaplikasikan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki efektivitas organisasi atau perusahaan. Kaitannya dengan manajemen adalah manajemen memiliki fungsi mulai dari masalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, controlling dan evaluasi. Kajian mengenai dampak perorangan kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi ini sangat penting bagi disiplin ilmu manajemen dalam upaya menjalankan berbagai fungsinya di atas. Contohnya dalam hal fungsi pengorganisasian SDM. Dalam Pengorganisasian SDM tidak akan terlepas dari yang namanya penempatan, rotasi, demosi, promosi dan lain sebagainya. Untuk melakukan hal ini, perlu dikaji terlebih dahulu bagaimana implikasi atau dampak perilaku individual, kelompok, dan struktur dalam organisasi baru setelah itu dapat memutuskan apakah individu/kelompok dirotasikan, dipromosikan, didemosikan dan lain sebagainya
  2. Organisasi adalah Unit sosial yang dengan sengaja diatur, terdiri atas dua orang atau lebih, yang berfungsi secara relatif terus-menerus untuk mencapai sasaran atau serangkaian sasaran bersama. Keluarga merupakan contoh kecil dari sebuah organisasi karena memenuhi kriteria organisasi. Dimana ada pemimpin yaitu suami, yang dipimpin yaitu istri dan anak-anak dan tentunya keluarga tersebut terus-menerus untuk mencapai sasaran atau suatu tujuan yaitu menggapai keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah.

3. Efektivitas merupakan pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainya. Efisiensi merupakan penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. Kaitannya, hasil studi dalam perilaku organisasi dapat digunakan dalam pengambilan suatu keputusan sehingga tercapailah efektivitas dan efisiensi pada bidang yang dikehendaki. Contohnya memutuskan menempatkan 15 karyawan termuda di customer service setelah sebelumnya diadakan kajian mengenai dampak etos kerja usia muda pada perusahaan. Sebelum melakukan kajian, perusahaan tersebut menempatkan 20 karyawan termuda di customer service, dari hasil yang didapat ternyata hasilnya tetap sama-sama memuaskan. Penempatan 15 karyawan termuda dengan hasil yang sama-sama memuaskan dibandingkan dengan penempatan 20 karyawan termuda adalah suatu efisiensi dan efektivitas.

4. Perbandingan Sumbangan Psikologi dan Sosiologi terhadap Perilaku Organisasi dimana perilaku Organisasi adalah Bidang studi yang mempelajari dampak perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi. Jadi salah satu objek yang menjadi kajiannya adalah individu manusia. Pada saat menilai manusia tidak akan terlepas dari penilaian kepribadian, kesehatan mental, IQ, kemampuan bekerja secara berkelompok, kemampuan berbicara atau public speaking dan lain sebagainya. Ilmu psikologi dengan disiplin ilmunya yang berusaha menilai, menjelaskan, dan sering kali mengubah perilaku manusia dapat dijadikan landasan dalam menilai kepribadian, kesehatan mental, IQ, dan lain-lain sedangkan sosiologi sebagai Studi tentang hubungan manusia dengan sesamanya dapat dijadikan landasan dalam menilai kemampuan bekerja secara berkelompok, kemampuan berbicara atau public speaking dan lain sebagainya sehingga objek penilaian dapat dinilai secara komprehensif. Hal di atas merupakan perbandingan antara kontribusi dari psikologi dan sosiologi terhadap perilaku organisasi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...